Ina Lefa (Ibu Laut)

BUDAYA

Ina Lefa (Ibu Laut)

Laut Sawu bagi masyarakat Lamalera di Nusa Tenggara Timur bukan sekadar sumber kehidupan, melainkan “Ina Lefa” atau Ibu Laut yang dihormati secara turun-temurun. Tradisi berburu paus menggunakan Peledang dan Tempuling diwariskan dari leluhur, sebagaimana tergambar dalam syair “Ama gene ola, Ola kae kode kai” — leluhur mewariskan tradisi ini, dan kami melakukannya untuk menghormati mereka. Namun masuknya teknologi modern perlahan mengubah pola hidup masyarakat Lamalera, menggeser nilai kebersamaan, tradisi melaut, serta hubungan spiritual mereka dengan laut yang selama ini menjadi identitas utama anak-anak laut Lamalera.

Arnold Simanjuntak

4/24/2026 · 1 min read

Suku Bajo - Identitas yang Hilang

BUDAYA

Suku Bajo - Identitas yang Hilang

Gambaran perubahan besar yang dialami masyarakat Bajo, kelompok “gipsi laut” yang selama berabad-abad hidup berpindah di perairan Indonesia, Filipina, dan Malaysia dengan laut sebagai rumah sekaligus identitas budaya mereka. Dikenal memiliki kemampuan menyelam tanpa peralatan dan ikatan spiritual yang kuat dengan laut, kehidupan suku Bajo kini perlahan berubah sejak hadirnya program pemukiman permanen di daratan pada akhir 1980-an. Generasi muda mulai meninggalkan tradisi hidup nomaden, sementara nilai-nilai, tabu adat, dan pengetahuan leluhur tentang laut perlahan memudar. Di tengah perubahan itu, muncul kekhawatiran bahwa identitas Bajo tidak hanya sedang berubah, tetapi juga terancam hilang bersama hubungan sakral mereka dengan lautan.

Ulet Ifansasti

4/23/2026 · 1 min read

Ketika Sungai Membawa Gunung Turun

LINGKUNGAN

Ketika Sungai Membawa Gunung Turun

Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Merapi pada 3 Maret 2026 mengubah aliran Sungai Senowo di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menjadi arus lahar hujan yang membawa material vulkanik dari lereng gunung. Dalam hitungan menit, kawasan penambangan pasir yang biasanya ramai oleh truk pengangkut berubah menjadi lokasi bencana. Tiga truk terseret arus deras, dua belas lainnya terjebak dan tertimbun material, sementara dua alat berat ikut terkubur di tengah aliran sungai. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan anjing pelacak K9 dan drone di antara tumpukan pasir dan batu. Seorang penambang muda berusia 21 tahun ditemukan tewas, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka dan empat orang hilang. Banjir lahar di Sungai Senowo membawa gunung turun ke sungai, dan mengubah tempat mencari nafkah menjadi ruang duka dalam sekejap.

Andreas Fitri Atmoko, Devi Rahman, Ferganata Indra Priatmoko, Guntur Aga Tirtana, Kasan Kurdi

3/7/2026 · 1 min read

Perpisahan Terakhir untuk Sinuwun Pakubuwono XIII

BUDAYA

Perpisahan Terakhir untuk Sinuwun Pakubuwono XIII

Minggu pagi 2 November 2025, saya mendengar Sinuwun Pakubuwono XIII meninggal. Empat hari kemudian, saya bersama teman @pfijogja menuju Imogiri, Bantul, untuk menyaksikan penguburannya. Pukul 12.55, jasad tiba dari Solo, disalatkan di masjid, lalu diusung puluhan petugas menaiki anak tangga sekitar 400 anak tangga. Keranda putih berjalan setapak, dipimpin prajurit Keraton, disusul abdi dalem membawa ubarampe dan potret besar Pakubuwono XIII. Saya mengambil posisi di tangga, mengulang momen 21 tahun lalu saat Pakubuwono XII dimakamkan. Selamat jalan, Sinuwun, semoga husnul khatimah.

12/16/2025 · 2 min read

Penghormatan untuk Martin Parr: Melihat Dunia Melalui Lensa yang Berbeda

FOTOGRAFI

Penghormatan untuk Martin Parr: Melihat Dunia Melalui Lensa yang Berbeda

Penghormatan untuk Martin Parr (1952–2025), fotografer jalanan yang melihat dunia dengan satir tajam. Parr bukan idolaku; kesatirannya menertawakan banalitas kelas menengah, turis, dan liburan, tidak romantis atau memuliakan subyek. Aku berbeda: aku berjalan di dalam luka sosial, memotret kaum miskin, pekerja kasar, dan anak-anak di Bongkaran Tanah Abang yang dipinggirkan setelah pembersihan 2014. Kamera bagiku alat kesaksian, bukan sensasi. Parr mengamati dari luar; aku menemani mereka yang hidup dalam ketidakadilan yang tak terselesaikan. Salam hormat untuk the legend: Martin Parr, jejak tak tergantikan dalam fotografi jalanan.

12/16/2025 · 2 min read

Perempuan Perkasa

SOSIAL

Perempuan Perkasa

Hawa dingin menusuk tulang pagi itu di elevasi 2.200 mdpl. Selepas subuh para ibu-ibu ini sudah berangkat dari rumah mereka di Ngadirejo Temanggung Jawa Tengah untuk bekerja mengangkut batu di lereng gunung Sindoro yang cukup terjal. Mereka angkut batu menuju lokasi ke tempat yang agak rata agar truk bisa menjangkaunya. Rutinitas pagi selepas musim panen tembakau.

12/15/2025 · 2 min read

Kegiatan

PFI Yogyakarta secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan publik, meliputi workshop fotografi jurnalistik, kuliah umum, workshop photo story, pameran foto, serta pemutaran film yang berkaitan dengan isu sosial, budaya, dan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan ini menjadi ruang belajar, diskusi, dan apresiasi, yang mempertemukan pewarta foto, pembuat film, akademisi, serta masyarakat luas, sekaligus mendorong penguatan narasi visual sebagai medium refleksi, dokumentasi, dan penyampai kepentingan publik.

Kuliah Umum

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta mengadakan Kuliah Umum Fotografi Jurnalistik dengan tema "Evolusi Foto Jurnalistik & Tantangan di Era Krisis Media" yang digelar pada 2 Mei 2025 di UGM Shop, menghadirkan pembicara Oscar Motuloh, Dwi Oblo, dan Pamungkas WS.

Workshop

Sebagai salah satu wujud pengabdian PFI Yogyakarta kepada masyarakat umum dalam berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman di bidang fotografi jurnalistik dan literasi visual. Melalui kegiatan ini, PFI Yogyakarta membuka ruang belajar yang inklusif bagi pelajar, komunitas, dan publik luas agar mampu memahami, memproduksi, serta memanfaatkan fotografi secara kritis, etis, dan bermanfaat bagi lingkungan sosialnya

Workshop Photo Story

Poster Workshop Photo Story

Photo story adalah cara untuk fotografer bercerita melalui visual. Dengan photo story, rangkaian foto akan bercerita dengan caranya sesuai apa yang ingin disampaikan oleh fotografer. Dengan photo story cerita-cerita akan memberikan nuansa berbeda dan dalam. Dalam rangkaian pameran foto "Sing Penting Madhang" Pewarta Foto Indonesia Jogja membuka workshop photo story yang bisa diikuti oleh semua kalangan.

Workshop JAZZNALISTIK

Poster Workshop JAZZNALISTIK Fotografi & Videografi

Sebagai bentuk perhatian dan agar terus bisa berdampak positif bagi masyarakat, PFI Yogyakarta menggelar pelatihan fotografi dan videografi bagi para pelaku UMKM di Dusun Kalimundu, Gadingharjo, Sanden, Bantul, DI Yogyakarta — lokasi gelaran #Ngayogjazz2024 — untuk meningkatkan kemampuan dasar mereka dalam menghasilkan foto produk yang menarik dan profesional, sehingga dapat mendukung pemasaran produk secara digital.

Pemutaran Film dan Diskusi

Pemutaran Film dan Diskusi merupakan program publik PFI Yogyakarta yang menghadirkan film-film dokumenter, jurnalistik, dan isu sosial sebagai ruang belajar, refleksi, serta pertukaran gagasan. Melalui kegiatan ini, PFI Yogyakarta mengajak publik, pewarta foto, mahasiswa, dan komunitas untuk berdiskusi secara kritis mengenai berbagai persoalan kemanusiaan, budaya, lingkungan, dan realitas sosial melalui medium visual.

Film "Before You Eat"

Poster pemutaran film Before You Eat

Acara ini merupakan bagian dari pameran foto jurnalistik "Sing Penting Madhang" yang mengangkat isu kehidupan para awak kapal ikan di balik industri makanan laut. Melalui film dokumenter "Before You Eat" yang disutradarai oleh Kasan Kurdi penonton diajak melihat berbagai bentuk eksploitasi yang dialami awak kapal, mulai dari perekrutan yang tidak transparan, kekerasan kerja, hingga praktik kerja paksa yang disebut sebagai "perbudakan modern". Film ini sekaligus mengajak publik merefleksikan asal-usul makanan laut yang dikonsumsi sehari-hari dan mempertanyakan apakah hasil laut di atas meja makan benar-benar bebas dari eksploitasi manusia.

Film "Harun Namanya"

Poster pemutaran film Harun Namanya

Pewarta Foto Indonesia Yogyakarta berkolaborasi dengan Pulau Plastik memutar film dokumenter berjudul "Harun Namanya" di Cakruk Guyub Yogja! Film ini bercerita tentang kisah hidup Pak Harun, sosok yang menemani Bli Robi dalam perjalanan dari Bali ke Jakarta di film Pulau Plastik! Dulu, Pak Harun hanya tahu satu hal: mengantar muatan dari satu kota ke kota lain. Sampah plastik? Krisis iklim? Semua itu terasa jauh dari hidupnya di jalanan. Namun, semuanya berubah ketika ia terlibat dalam produksi film Pulau Plastik. Dari balik kemudi truk, ia mulai melihat bahwa bumi yang ia lintasi — sedang krisis. Berbekal kesederhanaan dan komitmen, kini ia mendedikasikan hidupnya untuk merawat lingkungan serta berbagi dengan komunitas di sekitarnya. Kadang perubahan besar berawal dari satu langkah kecil orang yang memilih peduli. Pak Harun telah mulai melangkah dan kini giliran kita. Bersama dengan Pak Harun dan sutradara film Kasan Kurdi akan berbagi kisah inspiratifnya.