Perpisahan Terakhir untuk Sinuwun Pakubuwono XIII

Minggu pagi 2 November 2025, saya mendengar Sinuwun Pakubuwono XIII meninggal. Empat hari kemudian, saya bersama teman @pfijogja menuju Imogiri, Bantul, untuk menyaksikan penguburannya. Pukul 12.55, jasad tiba dari Solo, disalatkan di masjid, lalu diusung puluhan petugas menaiki anak tangga sekitar 400 anak tangga. Keranda putih berjalan setapak, dipimpin prajurit Keraton, disusul abdi dalem membawa ubarampe dan potret besar Pakubuwono XIII. Saya mengambil posisi di tangga, mengulang momen 21 tahun lalu saat Pakubuwono XII dimakamkan. Selamat jalan, Sinuwun, semoga husnul khatimah.

BUDAYA

Dwi Oblo

12/16/20251 min read

Kepergian Sinuwun Pakubuwono XIII

Pada hari Minggu pagi, 2 November 2025, berita duka datang dari Keraton Yogyakarta dengan kabar bahwa Sinuwun Pakubuwono XIII telah berpulang. Sebuah kehilangan yang dirasakan tidak hanya oleh kerabat dekat, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Penghormatan terakhir untuk sosok yang telah banyak berjasa ini tidak bisa diabaikan. Keberadaan beliau yang bijaksana dan penuh kasih selama masa pemerintahannya akan selalu dikenang.

Ritual Penguburan yang Mengharukan

Empat hari setelah kepergiannya, saya bersama teman @pfijogja berangkat menuju Imogiri, Bantul, untuk menyaksikan proses penguburan. Pukul 12.55, jasad Sinuwun tiba dari Solo, disemayamkan dan disalatkan di masjid yang disiapkan dengan khidmat. Momen ini menjadi saksi bisu deretan rakyat yang berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Keranda putih dengan perlakuan yang sangat hormat diusung oleh puluhan petugas, melewati sekitar 400 anak tangga menuju tempat peristirahatan terakhir.

Kenangan yang Tak Terhapuskan

Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kita ketika keranda yang membawa jasad Sinuwun berjalan setapak, dipimpin oleh prajurit keraton yang menembus kerumunan. Di belakang keranda, abdi dalem mengusung ubarampe dan potret besar Sinuwun Pakubuwono XIII. Saat itu, saya mengambil posisi di tangga, mengingat kembali momen 21 tahun lalu ketika Pakubuwono XII dimakamkan. Momen-momen tersebut tidak hanya menjadi kenang-kenangan, tetapi juga menjadi tanda bahwa setiap pemimpin memiliki perjalanan dan warisan yang harus diakui.

Kesedihan menyelimuti pertemuan terbaru ini, tetapi juga menjadi pengingat akan segala kebajikan Sinuwun Pakubuwono XIII. Selamat jalan, Sinuwun, semoga husnul khatimah, dan semoga warisan Anda terus hidup dalam hati dan pikiran masyarakat Yogya.